Tapanuli Tengah – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kementerian Pertanian RI secara resmi memulai program Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana melalui kegiatan ground breaking yang digelar di persawahan Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (15/1/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.25 WIB ini menjadi tonggak awal pemulihan sektor pertanian pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kabupaten Tapanuli Tengah ditetapkan sebagai salah satu pusat pelaksanaan rehabilitasi pertanian di Provinsi Sumatera Utara.
Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc, mewakili Gubernur Sumut, serta Staf Ahli Menteri Pertanian RI Dr. Ir. A. Jamil Harahap, MP., Ph.D. Hadir pula para kepala daerah dari berbagai kabupaten terdampak bencana, unsur TNI-Polri, Forkopimda, pejabat OPD, serta sekitar 100 warga Kecamatan Tukka.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan lapangan, paparan program penanganan bencana oleh Kementerian Pertanian, serta peluncuran resmi program rehabilitasi oleh Wakil Gubernur Sumut. Acara dilanjutkan dengan penanaman padi secara simbolis sebagai tanda dimulainya pemulihan lahan pertanian.
Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, S.H., M.H. menyampaikan bahwa luas lahan pertanian di Tapteng yang terdampak bencana mencapai sekitar 7.365 hektare. Sebagian besar lahan tersebut masih tertutup lumpur dan sistem irigasi mengalami kerusakan serius.
“Rehabilitasi ini menjadi bukti nyata komitmen Presiden melalui Kementerian Pertanian dalam membantu petani yang terdampak bencana. Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian besar pemerintah pusat,” ujar Masinton.
Wakil Gubernur Sumut H. Surya menjelaskan bahwa secara keseluruhan kerusakan sawah di Sumatera Utara mencapai lebih dari 37.000 hektare, dengan ribuan hektare di antaranya mengalami kerusakan berat. Ia menegaskan bahwa rehabilitasi dilakukan dengan pola padat karya, sehingga para petani yang terdampak akan terlibat langsung dan seluruh biaya ditanggung pemerintah.
“Kecamatan Tukka menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Dengan rehabilitasi ini kita berharap produktivitas pertanian dapat pulih dan bahkan meningkat,” ungkapnya.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga menyiapkan bantuan sarana produksi pertanian berupa benih, pupuk, alat mesin pertanian, hingga teknologi pertanian modern seperti drone untuk mendukung transformasi pertanian yang lebih maju di Tapanuli Tengah.
Kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim, penyerahan bantuan sarana produksi pertanian secara simbolis, foto bersama, serta sesi doorstop bersama media.
Program rehabilitasi ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan sektor pertanian di Tapanuli Tengah dan wilayah Sumatera Utara pascabencana, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
